Minggu, 07 Oktober 2012



RAPUH


Dalam hidup ,
gak ada jaminan buat terus hidup bahagia.
Gak ada kepastian buat apapun.
Setiap orang bisa terlempar keluar ,
dari kotak rasa nyamanya secara tiba tiba. (Malaikat Tanpa sayap)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Seperti kehidupanku saat ini.
Semua orang rasanya seperti musuh.
Semua orang hanya memikirkan egonya masing masing , tanpa memikirkan perasaanku.
Aku tertekan dengan semua ini.
Aku tak sanggup berpikir positif, tak sanggup tersenyum, bahkan tak sanggup lagi buat hidup. Lantas siapa yang peduli??
Tidak ada sama sekali.

Aku dan duniaku saat ini seperti memerankan sebuah skenario film, dimana aku memerankan tokoh utama sebagai orang yang selalu disakiti. Aku selalu berharap  ini hanyalah mimpi . Namun sayang , inilah skenario kehidupan nyata yang harus kumainkan sampai selesai. entah seperti apa endingnya nanti.Aku berharap akan ada seseorang yang mengubah skenario kehidupanku menjadi bahagia.

Terlahir dari keluarga broken home, memang tidak enak. Bahkan sebagian besar anak hasil perceraian kedua orangtuanya malah melampiaskan kekesalan mereka dengan melakukan hal negatif. Aku berusaha tegar dan terus berpikir positif dengan masalah ini. Meskipun tidak memiliki perhatian yang penuh dari ayah dan ibu, karna kini aku dan adikku hanya tinggal berdua dirumah. Sementara mereka, memilih tinggal bersama pasanganya masing masing dan memulai kehidupan baru. Sungguh, ini bukan masalah bagi kami. aku dan adikku tetap hidup secara normal, tetap bergaul dengan teman sebaya, menghabiskan masa masa remaja kami dengan indah , bahkan terus berusaha keras mengejar cita cita.

Namun tidak begitu dengan orang di sekelilingku.
Mereka beranggapan bahwa ini karma yang harus kuhadapi akibat perbuatan orangtuaku. Bahkan di keluarga ibuku sendiri ,aku seperti tidak diijinkan bahagia.
Seperti seminggu belakangan , aku yang sibuk dengan masalah pernikahan juga rutinitas kerja yang padat, ditambah beban sindiran dari keluarga tentang pernikahanku, semuanya menyatu di dalam otak sampai membeku dan membuat seluruh saraf pemikiranku tak berfungsi.

“Kamu mau menikah? Apa kamu tidak malu dengan keadaan keluargamu? Kamu tidak malu dengan tingkah ibumu yang tukang kawin? Apa kamu tidak malu dengan keluarga calonmu jika tau ibumu seperti itu? Bla..bla..bla…”
sindiran itu terus aja mengalir dari mulut mereka. Aku mulai kehilangan sarafku.tangisanku mulai tak bisa terbendung setiap hari.
Di sisi lain , ayah juga tidak mau pernikahanku nanti didampingi ibu. Ayah minta tanteku saja yang mewakili. Alasanya karena gak mau diomongin orang. Katanya kasian kalo aku sakit hati lagi ,karena terus disindir orang. Sebenarnya ayah kasian padaku , atau masih belum bisa ketemu dengan ibu lagi?? Entahlah..aku juga tak mau menyakiti perasaan ayah , meski  aku juga berharap ibu bisa datang mendampingi saat pernikahanku nanti .Seperti yang diinginkan keluarganya. Berharap ibu yang bisa mendampingiku , karena semua orang ingin kenal keluargaku. Apa kata orang jika bukan ibu yang mendampingimu?? Kata dia

Hhhhhhhhhh….
Aku menarik nafas panjang, mencoba rileks dengan keadaan. Mencoba bangkit dari keterpurukan. Kamarku penuh dengan berbagai bungkus cokelat, permen manis, bahkan eskrim. Aku sengaja membeli banyak makanan manis, buat ngilangin rasa sedih. Biasanya ini manjur , namun tidak kali ini.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku Cuma seorang pemimpi ,yang terus bermimpi akan banyak hal.
Tapi , akhir akhir ini , mimpi-mimpi  yang seringkali datang itu , bercerita tentang kehilangan , kesakitan , dan kesendirian.
Aku mau mimpi –mimpi berwarna itu datang lagi.
Bukan Cuma hitam dan pekat yang selalu menghampiri tidurku
Ya Tuhan , tolong kembalikan mimpi mimpi indahku lagi.(Soulmate.com)

2 komentar:

Meshaditya Wannabee mengatakan...

Onyet gak perduli mereka bilang apa tentang unyu, onyet percaya unyu 100%. onyet gak malu punya mertua seperti ibu atau bapak, onyet gak pusing latar belakang unyu gimana..
yang onyet mau itu unyu, buat unyu bahagia dan bisa melindungi unyu dari siapapun..onyet udah janji dalam hati sejak pertama onyet buat unyu nangis untuk melakukan apa saja untuk bisa melindungi unyu dari apapun itu dan itu juga alasan utama onyet untuk ngambil keputusan buat nikah..semangat y say..

Unknown mengatakan...

Iyah..
makasih nyet. Mgkn krna gda onyet dsni makanya kt hadapi senidir masalah seberat ini. Gpp..msh bisa but move on kok:-D