Posisiku saat itu lagi di angkot mau menuju ke beberapa lokasi peliputan. Saat berada di lokasi dekat sekolahan, arus jalanan lagi macet karena tengah hari ini adalah jamnya anak sekolahan pulang. Sambil menunggu arus lalu lintas kembali normal, Gue yang duduk di bangku belakang menyandarkan badan ke kursi sambil mendongak; menengok langit yang lagi suram karena awan sudah mulai hitam menyelimuti seluruh bagian di wilayah kota manado. Tak beberapa lama, hujan pun mengguyur dengan derasnya. Seusai dari t4 narasumber, gw bergegas mencari angkot untuk balik ke kantor. Walaupun berjalan memakai payung, tubuhku yang berlindung di bawahnya tetap saja terkena percikan hujan hingga tembus juga ke kemejaku yang memang agak tipis. Terpaksa gw memutuskan untuk balik kerumah dulu mengganti pakaian.
Selang satu jam hujan turun, jalanan di beberapa wilayah mulai tergenang banjir. Beberapa angkot terlihat mogok di tengah jalan, sehingga membuat arus lalu lintas kembali dilanda kemacetan. Memasuki daerah t4 tinggalku di daerah perkamil, banjir terlihat menggenangi jalanan hingga masuk ke beberapa rumah sampai betis orang dewasa. Heran rasanya, karena wilayahku ini jarang dimasuki banjir walaupun sudah dilanda hujan deras berhari- haripun, karena perumahan di daerah kami termasuk dataran tinggi. Alangkah lebih kagetnya, saat gw turun dari angkot, jalanan dari depan gang menuju rumah gue banjir setinggi mata kaki. Jahhh,.. terpaksa gue harus berjalan dengan kaki telanjang dan menenteng sepatu sampai kerumah..!
Hari ini gw disamperin pengalaman yang tak diduga-duga akibat hujan dan bajir yang melanda dengan tiba-tiba.

