Selasa, 24 Desember 2013


`Feel The Music`





Musik itu ibarat setiap untaian kata bernada indah yang mampu memanjakan telinga siapa saja yang mendengarkannya. Setiap orang pasti memiliki kegemaran musik yang berbeda-beda. Kegemaran itu biasanya berkaitan dengan kehidupan yang ia jalani. Dengan mendengarkan musik, seolah kita dapat merasakan apa yang terjadi dalam kehidupan kita, entah itu senang, sedih, sebagai penyemangat, atau sebagai teman ketika dirundung masalah.

Setiap orang juga pasti punya playlist lagu tersendiri dengan berbagai macam jenis musik yang ia sukai. Saya pun begitu, musik bagi saya  merupakan bagian terpenting yang tak terpisahkan dari rutinitas saya . Kapanpun dan dimanapun musik pasti tak pernah absen dari telinga saya. Saat lagi dalam perjalanan, dikantor, dirumah, di cafĂ©, sampai mau tidur, peralatan seperti headpone dan mp3 ga boleh lepas dari genggaman tangan.

Ada pepatah mengatakan “ Listening to a message is much more effective than reading it”. seperti itulah ketika mendengarkan musik, lebih cepat meresap ke dalam otak dan perasaan kita. 

Be A Good Parents




Peran orangtua yang baik adalah mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Seberapa nakalnya ia, seberapa jelek sikapnya , orangtua harus bisa menangani itu dengan bijak. Namun kenyataan belakangan ini, banyak bermunculan berita penganiayaan anak secara sadis yang berujung maut. Apalagi kejadian itu menimpa anak yang masih di bawah umur. Dimana rasa tanggung jawab orangtuanya? Sunggguh tragis…!!

Alasan masalah keluarga, masalah ekonomi, stress dengan  problematika hidup yang tak pernah habisnya, bagi saya bukanlah alasan bagi orangtua untuk melampiaskan kekesalan pada anaknya. Anak itu adalah titipan yang harus dijaga, dididik, dan dibesarkan dengan baik.

Realita yang ada sekarang, banyak orangtua egois yang mendidik anaknya dengan kasar (baik fisik maupun perkataan). Banyak orantua yang memaki, meneriaki, bahkan menyumpahi  anaknya di depan umum hanya karena ia membuat  masalah. Jika anak membantah, mereka mengutuk anaknya durhaka. Astagfirullah…!! 

Saya memang belum merasakan menjadi orangtua, namun sebagai anak saya juga tidak rela diperlakukan seperti itu. Sebagai anak, perlakuan orangtua pasti akan menjadi contoh bagi kehidupannya ke depan.  Jika anak berbuat kesalahan baik ringan maupun yang fatal, saya harap orangtua bisa menasehatinya dengan bijak, tanpa perlu menyalahkan si anak. Bagaimanapun , anak juga punya hak untuk hidup bahagia dengan limpahan kasih sayang orangtuanya. Soo…jadilah orangtua yang baik.


Jumat, 20 Desember 2013


Wanita dan Gaya Hidup





Ciri khas wanita jaman sekarang selalu identik dengan gaya hidup yang super duper berlebihan. Mulai dari gaya berpakaian, tatanan rambut,make up tebal sampai aksesoris dan alas kaki menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa ditinggalkan. 

Sebagian besar para wanita karier menganggap kebutuhan tersebut adalah penunjang pekerjaan mereka. Okelah, kalau itu menjadi kebutuhan kerjaan, masih bisa dimaklumin, karena di jaman sekarang penampilan menarik menjadi salah satu persyaratan utama setiap perusahaan.  Namun kenyataan saat ini , kebutuhan itu telah menjadi gaya hidup para wanita baik usia muda maupun tua.

Parahnya lagi, sebagian  wanita jaman sekarang seakan tidak tau menempatkan diri dalam berpenampilan. Realita yang ada dan banyak saya jumpai di berbagai tempat, ada saja hal-hal aneh dari penampilan mereka. Sebenarnya ingin terlihat cantik, malah bikin ketawa ketika dilihat orang karena dandanannya yang menor atau baju yang dipakai tidak sesuai dengan bentuk dan aura tubuh. Begitu pula dresscode yang dikenakan ketika bepergian ke suatu tempat juga harus di sesuaikan dong.

Pengen terlihat cantik sih sah-sah saja. Semua wanita pasti menginginkan hal itu, termasuk saya. Tapi menurut saya  penampilannya harus disesuaikan juga dengan karakter wajah, bentuk tubuh, situasi dan isi kantong tentunya. Jadi wanita yang apa adanya, tidak terkontaminasi dengan gaya hidup saat ini, menurut saya justru itulah wanita cantik sesungguhnya.      



                                                        
    Arti Hidup



Saya sadar bahwa hidup tak selamanya seperti yang kita impikan. Seperti rotasi waktu yang terus berputar dari atas ke bawah, percaya atau engga, hidup manusia juga bisa seperti itu, kadang di atas, kadang bisa jatuh ke bawah.

Hidup harus selalu disyukuri ,entah itu hal baik atau buruk. Saya baru sadar bahwa masih bisa bernafas, menghirup udara segar di pagi hari, makan & minum, bertemu keluarga dan sahabat adalah sebuah keberuntungan dan menjadi hal terpenting dalam hidupku.

Bagi saya, rutinitas sebagai pegawai perkantoran, punya gaji cukup, banyak baju baru, dan segelintir kegiatan memboroskan saat itu bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya saya cari.  Kebahagiaan seperti saat inilah yang saya cari. Merasa ada kebebasan melakukan hal apapun yang disukai tanpa ada yang melarangnya. Tentunya hal bebas dan bertanggungjawab, menghasilkan dan membantu orang lain juga. Intinya arti hidup itu selalu muncul setelah kita mengalami asam-manis kehidupan.


Kamis, 19 Desember 2013


Coffie Hollic



Secangkir kopi panas bagi aku dan dia adalah uapan beraoma khas yang mampu menyatukan kami di kala padatnya aktifitas masing-masing. Sore itu, ditemani gerimis, aku dan sang suami duduk di teras, meresapi cuaca yang romantis , sambil menghirup dan menyeruput kopi hitam yang panas ini..

“hmmm…nikmatnya, apalagi  secangkir kopi ini diminum berdua bersama suami. Mmmm..sensasinya itu lho..”.

Kopi bagi kami berdua adalah sejarah penuh cinta yang mempertemukan kami hingga sekarang bisa menjadi suami-istri. Kala itu di sebuah rumah kopi, seorang pria bertubuh kurus memakai kacamata sedang terburu-burunya berjalan dan dengan tak sengaja menumpahkan kopi panasnya di bajuku.

“aww..uff..aku meniup-niup bajuku yang kena tumpahan kopi tadi..panasss…”

“maaf..maaf banget yah mba, saya gak sengaja numpahin kopi itu” kata pria itu sambil berusaha membersihkan tumpahan kopi di bajuku. ” sekali lagi maaf mba, aku sedang terburu-buru karena ada pasien gawat darurat yang harus aku rawat. Ini kartu nama saya, saya akan ganti rugi semua ini termasuk mengobati luka siraman kopi di bahu mba ini”.

“ah..eh,i..iya. gapapa kok. Gak ada luka serius juga”. Kataku

“ oya, saya Rico”. Kata pria itu memperkenalkan dirinya”.

“Kaira”. Jawabku. “Oh iya, ini kartu nama saya, sapa tau butuh media untuk menginformasikan kegiatan medis anda. Hehehe…

“ okeh, makasih. Wah, mba Kaira ini seorang reporter yah”..okeh deh, kapan-kapan kita ketemu lagi yah, maaf saya sedang buru-buru ke rumas sakit. Permisi mba..”


********
Dua minggu setelah insiden tumpahan kopi itu, aku dan Rico bertemu lagi di rumah kopi. Setelah cerita panjang lebar ternyata kami banyak kesamaannya, termasuk kesamaan mencintai minuman beraoma khas ini. Meski seorang dokter, Rico mengaku tak bias lepas dari kopi, padahal ia tau efek samping kalau kebanyakan minum kopi bisa menyebabkan pengeroposan tulang.

“ Ya maklumlah, namanya juga coffie hollic, susah hilangnya..apalagi ini udah jadi kebiasaan saya sejak SMA” aku Rico.  “ Kalau kamu key,  sejak kapan suka kopi? Jadi teman begadang buat nyusun berita ya? “.

 “ bisa dibilang, tapi aku juga suka kopi sejak lama..dari jaman jadi anak kos waktu kuliah dulu, gara-gara warung di sebelah kos aku jualan kopi yang rasanya eenakk banget, aku ketagihan deh.hehehe..”.

Keseringan ngopi bareng, aku dan rico menjadi semakin dekat. Suatu waktu ia mengatakan bahwa ia tak bisa kehilangan kopi sama halnya ia tak bisa kehilangan diriku. 3 tahun pacaran membuat kami semakin mantap untuk menikah. Sampailah saat ini, kami sepasang suami istri coffie hollic yang selalu memanfaatkan waktu luang kami dengan secangkir kopi.

Sabtu, 13 Oktober 2012


HUJAN 2







Rotasi waktu berputar sangat cepat.
Begitu juga dengan kehidupan , usia, juga rasa.
Aku di usiaku ke 25 saat ini, kehidupanku pun berubah , begitu juga dengan perasaanku pada seseorang.

5 tahun telah berlalu.
Kini kehidupanku dihiasi dengan rutinitas kerjaan yang memakan waktu hampir seharian . Meskipun begitu , pekerjaan inilah yang ku impikan sejak SMA. Menjadi seorang reporter,meskipun hanya reporter radio. Menghabiskan seharian penuh dengan liputan , buat berita sampai siaran. Rutinitas yang mulai kunikmati , meski kadang capek juga..:-D
Ketika weekend tiba, hari yang paling kunanti buat refreshing dan menghilangkan penatnya pekerjaan dengan sekedar jalan2 ,menikmati pemandangan laut ,sunset, bahkan hujan hujannan bersama sahabat dan seseorang yang mengisi relung hatiku saat ini. REZA…  
*************
( Mei ,2009)
Tiga tahun lalu aku bertemu denganya..
“Ra, kenalin ini temanku, tepatnya kaka tingkatku di Sastra.” Kata upi sahabatku yang watu itu emank janjian buat jalan bareng. Kali ini janjiannya plus bawa temen cowo.  (Apa pacar upi y? muka mereka mirip). Tanyaku dalam hati..”
“Reza..”Uluran tangannya padaku.
“Rara..” sambutku.
Rara ini sahabatku dari SMP ka, “kata upi pada reza”. Upi juga punya teman dua lagi, tapi sayangnya gak dateng. Kita tuh sahabatan berempat, dan selalu jalan bareng. Kali ini aja si fara ma eka g bisa karena da kesibukan lain. Maklum dua2nya ibu guru..”Kata upi lagi” . Upi terus aja nyerocos menceritakan kisah sahabatan kami berempat , sambil berjalan kearah belakang mall yang memang menjadi tempat nongkrong favorit kami. Gratiss.hehehee…
Kita bertiga  memilih duduk di atas bebatuan sambil menikmati terbenamnya matahari dan hembusan angin di tepi laut. Panorama saat matahari terbenam inilah yang paling kugemari . Tak heran , kawasan ini selalu ramai pengunjung. Entah yang mau mengabadikan gambar matahari terbenam , mengabadikan diri sendiri , bahkan tempat ini juga ramai dengan pasangan muda mudi pacaran ,Karena memang pemandangan sunset sangat romantis buat dinikmati bersama pacar. “Ahh..seandainya dirimu ada disini sekarang, pasti akan beda suasanya “ (ucapku dalam hati). “Rico” lagi ngapain kamu sekarang? Sehatkah dirimu? Gimana kuliahmu? Kapan kamu pulang ?  Pertanyaan ini terus saja memenuhi kepalaku. Sejak keputusannya buat kuliah di luar kota , hubungan kami mulai renggang. Bahkah tidak saling mengabari satu sama lain, sampai saat ini.
***************
(Januari , 2010)
Awal tahun 2010 baru saja dimulai..!! Lembaran baru lagi bagi kehidupan umat manusia. Begitu juga bagiku..!
Hari ini , tepat tanggal satu Januari 2010. Semalam waktu taonbaruan dirumah sambil ber-sms ria bersama sahabat. Masing masing membuat resolusi menyambut lembaran baru di tahun ini . Resolusiku, sekaligus janji pada diriku juga pada sahabat.  “ Aku akan bangkit dari keterpurukan dan sakit hati. Melupakannya yang kini ku ketahui telah memiliki seseorang dihatinya”. Kenyataan yang sulit kuterima awalnya . Namun kini aku janji buat melepasnya..
Kini waktuku banyak kuhabiskan dengan sahabat, termasuk denganya yang entah kenapa punya banyak kesamaan denganku. “REZA”. Sahabat baru yang menyenangkan…!
“Eh ra, nih aku punya novel baru. Kamu mau pinjam? Kata Reza”.
“Waah..mauuu” Jawabku antusias. Aku juga punya novel baru nih, mau pinjam ? Kataku sambil menyodorkan buku bacaan itu ke Reza..
Dari tuker-tukeran novel,  tukeran cerita, tukeran ide,tukeran baju (engga ding). Sampai membuat kami semakin akrab.
“Ra, punya waktu gak sore ini? Aku mau pulangin novel nih. Aku punya novel baru juga..bagus lho ceritanya..” Sms reza padaku.
Boleh sih kak, aku sekarang lagi sama temenku jalan jalan di mall. Apa mau nyusul aja ksni? Balasku
.“Oke deh”. Jawabnya
Tak lama ia datang, dan ikut jalan bareng bersamaku  . Temanku  dari tadi senyum-senyum sendiri  memandangiku.
Ada apa si fit?? Tanyaku pada fitri yang sedari tadi ngguyuuu terus.
Pacar ya ra? Kok aku g dikenalin sih?? Ledeknya.
Iih..bukan. Temen kok. Bener. Dia tuh cuma mau mulangin novelku yg dipinjem minggu lalu. Enak aja lu nuduh..Gumamku.
Bener juga gpp kali Ra..sudah waktunya lu move on dan membuka hati buat orang lain kan?? Lagian kelihatanya dia punya hati tuh ma elu…! Ledeknya lagi..
“Enak aja..! Sembarangan nuduh tanpa bukti nih… bener Cuma temen kok..” Balasku lagi.

Ooooooooooohhhhhhh…!! Mulut si fitri kali ini dibuat bulat. Y udah aku tinggal nuggu kabar baiknya aja yee..! katanya sambil pamit pulang duluan .
Sialan..! Nih anak bisanya ngerjain orang di tengah suasana kayak ginih. Hegghhh..(kesalku dalam hati). Sekarang tinggal aku berdua sama reza yang berjalan sampai menuju  ke tempat naik angkot.
Nih ra novelnya..makasih yah. Kata reza
Iyah, sama2 kak. Makasih juga dah dianterin sampai sini.
“Sama2..” Jawabnya. “Sebenarnya masih banyak yang pengen aku omongin. Tapi dah malem nih ra, nanti deh lain kali ajah. Kamu balik gih..dah malam. Ucap reza.
“Iya kak, aku duluan yah..” Pamitku
Sampai dirumah,aku langusng rebahan di tempat tidur. Capeknyaaaaa….nih gara2 nemenin fitri belanja lama banget tadi” Gumamku.

Bip..bip..(sms dari reza masuk)
“Ra, dah nyampe ? maaf kalo ini mengganggu. Tadi aku mau bilang kalo aku sayang kamu. Perasaan ini dah lama aku simpen,sejak pertama kali aku ketemu kamu. Kamu mau gak jadi pacarku? Maaf ya klo ucapanku menggangumu..meskipun ditolak aku masih mau kita berteman kayak dulu lagi kok. Aku hanya ingin terus terang aja padamu…”

Degg..
Reza nembak aku?? Sebetulnya aku juga dah mulai punya rasa padanya. “Aduuhh..aku ajawab apa ya?
“Iya aku mau kok jadi pacarmu” balasku tanpa sadar…Aiihhh..malu nih. Masa ditembak langsung jawab sih. Tapi ya udahlah..aku juga suka dia kok.
“Makasih yah Ra”. Balasnya. Ydh, tidur gih..dah malem jangan suka begadang yah.ntar sakit lho..” Kata reza
Aihh..baru juga semenit jadian..dah gombal gini dia..! tapi seneng sih..hehehe..
)))))))
Ra, dah bangun? Lg ngapain ?(sms reza masuk).  “Wekksss..baru jam enam pagi nih. Dah bagun dia? Aku aja baru melek jam segini. Tapi gara2 dapat sms dari dia..mata rasanya langsung segar. Aku bergegas ke kamar mandi, sikat gigi, cuci muka, trus ganti baju”. Hmm..dh segar nih..cantiik. Skrg waktunya ngopi. Yeph..aku emang doyan kopi. Sambil menyeruput secangkir nescaffe ditemani kue coklat,sekaligus membalas smsnya”. Terus kamu lg ngapain skrg kak? Jawabku padanya..

“ Lagi ngadep kompi nih, sambil menyeruput kopi. Maklum aku coffieholic ra , Hehehe..:-D” balas reza.
Wah..satu lagi kesamaan aku dan dia yg mulai terkuak. Hmm..semoga aja bersamanya akan ada banyak cerita dan kebahagiaan. (Doaku dalam hati).

**********
(Oktober 2012)
Gak terasa dah hampir tiga tahun aku berbagi rasa bersamanya..! Tinggal menghitung hari aku dan reza akan menuju ikatan yang sakral dalam pernikahan.  Kini aku yakin melangkah bersamanya , memulai kehidupan baru berdua. Seiring berjalanya waktu..makin banyak kesamaan karakter yang juga aku temui terhadapnya.
Yeph..tepat tanggal 3 november nanti kita akan melangsungkan akad nikah. Semoga barokah menghampiri kehidupan baru kami nanti. Amiiinnn…
(Special for u NYet)


******

Laut , langit, dan Hujan.
Ketiganya menjadi teman pengibur bagi diriku
Hanya dengan memandang Laut ,mendengar suara ombak , dan merasakan  tiupan angin , kejenuhan dengan masalah dan aktifitas , entah kenapa seperti melebur bersama
Langit yang cerah dan berawan , juga memberikan semangat baru bagiku.
Sedangkan Hujan , selalu membawa kenangan.

Seperti dirimu yang juga menyukai laut, langit , dan hujan.
Kini saya bisa menikmatinya bersama dirimu
berbagi cerita suka maupun duka ,di bawah langit senja , di tepi laut dan hempasan ombak , bahkan di tengah hujan sekalipun. Seperti yang selalu kita lakukan selama ini. Semoga akan selalu seperti ini sampai selamanya..(Rara)



Pada Awalnya Hanyalah Aku yang Menyukai Laut..

Langit...

Hujan..

Kemudian Dia Hadir yang Juga Menyukai Laut

Langit..

Hujan..

Di Tangannya Ada sekotak Mimpi Yang Ingin Dia Bagi Bersamaku

Mimpi-Mimpi Yang Takkan Bisa Termiliki Walau Dalam Tidur Paling Lelapku Sekalipun

Aku Hanya Bisa Berjanji Akan Satu Hal;

Dibawah Langit Senja Melembayung Ini,

Disela Hempasan Ombak Yang Memecah Tepian,

Dan Ditengah Gerimis Yang Menitik Perlahan..

Aku Akan Berusaha Keras Mewujudkan Impian Terbesarnya..(Reza)





















Minggu, 07 Oktober 2012



RAPUH


Dalam hidup ,
gak ada jaminan buat terus hidup bahagia.
Gak ada kepastian buat apapun.
Setiap orang bisa terlempar keluar ,
dari kotak rasa nyamanya secara tiba tiba. (Malaikat Tanpa sayap)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Seperti kehidupanku saat ini.
Semua orang rasanya seperti musuh.
Semua orang hanya memikirkan egonya masing masing , tanpa memikirkan perasaanku.
Aku tertekan dengan semua ini.
Aku tak sanggup berpikir positif, tak sanggup tersenyum, bahkan tak sanggup lagi buat hidup. Lantas siapa yang peduli??
Tidak ada sama sekali.

Aku dan duniaku saat ini seperti memerankan sebuah skenario film, dimana aku memerankan tokoh utama sebagai orang yang selalu disakiti. Aku selalu berharap  ini hanyalah mimpi . Namun sayang , inilah skenario kehidupan nyata yang harus kumainkan sampai selesai. entah seperti apa endingnya nanti.Aku berharap akan ada seseorang yang mengubah skenario kehidupanku menjadi bahagia.

Terlahir dari keluarga broken home, memang tidak enak. Bahkan sebagian besar anak hasil perceraian kedua orangtuanya malah melampiaskan kekesalan mereka dengan melakukan hal negatif. Aku berusaha tegar dan terus berpikir positif dengan masalah ini. Meskipun tidak memiliki perhatian yang penuh dari ayah dan ibu, karna kini aku dan adikku hanya tinggal berdua dirumah. Sementara mereka, memilih tinggal bersama pasanganya masing masing dan memulai kehidupan baru. Sungguh, ini bukan masalah bagi kami. aku dan adikku tetap hidup secara normal, tetap bergaul dengan teman sebaya, menghabiskan masa masa remaja kami dengan indah , bahkan terus berusaha keras mengejar cita cita.

Namun tidak begitu dengan orang di sekelilingku.
Mereka beranggapan bahwa ini karma yang harus kuhadapi akibat perbuatan orangtuaku. Bahkan di keluarga ibuku sendiri ,aku seperti tidak diijinkan bahagia.
Seperti seminggu belakangan , aku yang sibuk dengan masalah pernikahan juga rutinitas kerja yang padat, ditambah beban sindiran dari keluarga tentang pernikahanku, semuanya menyatu di dalam otak sampai membeku dan membuat seluruh saraf pemikiranku tak berfungsi.

“Kamu mau menikah? Apa kamu tidak malu dengan keadaan keluargamu? Kamu tidak malu dengan tingkah ibumu yang tukang kawin? Apa kamu tidak malu dengan keluarga calonmu jika tau ibumu seperti itu? Bla..bla..bla…”
sindiran itu terus aja mengalir dari mulut mereka. Aku mulai kehilangan sarafku.tangisanku mulai tak bisa terbendung setiap hari.
Di sisi lain , ayah juga tidak mau pernikahanku nanti didampingi ibu. Ayah minta tanteku saja yang mewakili. Alasanya karena gak mau diomongin orang. Katanya kasian kalo aku sakit hati lagi ,karena terus disindir orang. Sebenarnya ayah kasian padaku , atau masih belum bisa ketemu dengan ibu lagi?? Entahlah..aku juga tak mau menyakiti perasaan ayah , meski  aku juga berharap ibu bisa datang mendampingi saat pernikahanku nanti .Seperti yang diinginkan keluarganya. Berharap ibu yang bisa mendampingiku , karena semua orang ingin kenal keluargaku. Apa kata orang jika bukan ibu yang mendampingimu?? Kata dia

Hhhhhhhhhh….
Aku menarik nafas panjang, mencoba rileks dengan keadaan. Mencoba bangkit dari keterpurukan. Kamarku penuh dengan berbagai bungkus cokelat, permen manis, bahkan eskrim. Aku sengaja membeli banyak makanan manis, buat ngilangin rasa sedih. Biasanya ini manjur , namun tidak kali ini.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku Cuma seorang pemimpi ,yang terus bermimpi akan banyak hal.
Tapi , akhir akhir ini , mimpi-mimpi  yang seringkali datang itu , bercerita tentang kehilangan , kesakitan , dan kesendirian.
Aku mau mimpi –mimpi berwarna itu datang lagi.
Bukan Cuma hitam dan pekat yang selalu menghampiri tidurku
Ya Tuhan , tolong kembalikan mimpi mimpi indahku lagi.(Soulmate.com)