Kamis, 19 Desember 2013


Coffie Hollic



Secangkir kopi panas bagi aku dan dia adalah uapan beraoma khas yang mampu menyatukan kami di kala padatnya aktifitas masing-masing. Sore itu, ditemani gerimis, aku dan sang suami duduk di teras, meresapi cuaca yang romantis , sambil menghirup dan menyeruput kopi hitam yang panas ini..

“hmmm…nikmatnya, apalagi  secangkir kopi ini diminum berdua bersama suami. Mmmm..sensasinya itu lho..”.

Kopi bagi kami berdua adalah sejarah penuh cinta yang mempertemukan kami hingga sekarang bisa menjadi suami-istri. Kala itu di sebuah rumah kopi, seorang pria bertubuh kurus memakai kacamata sedang terburu-burunya berjalan dan dengan tak sengaja menumpahkan kopi panasnya di bajuku.

“aww..uff..aku meniup-niup bajuku yang kena tumpahan kopi tadi..panasss…”

“maaf..maaf banget yah mba, saya gak sengaja numpahin kopi itu” kata pria itu sambil berusaha membersihkan tumpahan kopi di bajuku. ” sekali lagi maaf mba, aku sedang terburu-buru karena ada pasien gawat darurat yang harus aku rawat. Ini kartu nama saya, saya akan ganti rugi semua ini termasuk mengobati luka siraman kopi di bahu mba ini”.

“ah..eh,i..iya. gapapa kok. Gak ada luka serius juga”. Kataku

“ oya, saya Rico”. Kata pria itu memperkenalkan dirinya”.

“Kaira”. Jawabku. “Oh iya, ini kartu nama saya, sapa tau butuh media untuk menginformasikan kegiatan medis anda. Hehehe…

“ okeh, makasih. Wah, mba Kaira ini seorang reporter yah”..okeh deh, kapan-kapan kita ketemu lagi yah, maaf saya sedang buru-buru ke rumas sakit. Permisi mba..”


********
Dua minggu setelah insiden tumpahan kopi itu, aku dan Rico bertemu lagi di rumah kopi. Setelah cerita panjang lebar ternyata kami banyak kesamaannya, termasuk kesamaan mencintai minuman beraoma khas ini. Meski seorang dokter, Rico mengaku tak bias lepas dari kopi, padahal ia tau efek samping kalau kebanyakan minum kopi bisa menyebabkan pengeroposan tulang.

“ Ya maklumlah, namanya juga coffie hollic, susah hilangnya..apalagi ini udah jadi kebiasaan saya sejak SMA” aku Rico.  “ Kalau kamu key,  sejak kapan suka kopi? Jadi teman begadang buat nyusun berita ya? “.

 “ bisa dibilang, tapi aku juga suka kopi sejak lama..dari jaman jadi anak kos waktu kuliah dulu, gara-gara warung di sebelah kos aku jualan kopi yang rasanya eenakk banget, aku ketagihan deh.hehehe..”.

Keseringan ngopi bareng, aku dan rico menjadi semakin dekat. Suatu waktu ia mengatakan bahwa ia tak bisa kehilangan kopi sama halnya ia tak bisa kehilangan diriku. 3 tahun pacaran membuat kami semakin mantap untuk menikah. Sampailah saat ini, kami sepasang suami istri coffie hollic yang selalu memanfaatkan waktu luang kami dengan secangkir kopi.

3 komentar:

Meshaditya Wannabee mengatakan...

cerita yang bagus, tp sayang kopi habis, beliin gih..(sabda sang suami)

Unknown mengatakan...

duidnya mana?

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.