Aku hanya berani menatapnya dari jauh, melihat setiap ekspresi wajahnya, bagaimana ia tersenyum, bagaimana kalau ia sedang serius belajar, bagaimana kalau dia sedang bertanding basket dengan teman-temaannya. “Rico”, dirimu terus aja ada di benakku. Melihatmu saja dapat membuat adrenalinku terpacu, ngantukku hilang, dan lebih semangat lagi saat belajar dikelas.
Sudah hampir enam tahun, sejak duduk di bangku SMP kelas 1 aku menaruh perasaan kepadanya. Sejak kecil kita sudah berteman, bisa dibilang cukup akrab. Entah kapan aku mulai merasakan gejolak tak menentu ini, Setiap melihatmu bersama wanita lain, hatiku rasanya sakit dan tak mau menerima.
Pukul 10.00
Waktu istirahat, aku dan nadia sahabatku, menghabiskan waktu di perpustakaan. Meminjam beberapa buku pelajaran, seperti Biologi dan Peribahasa, karena ada tugas Biologi dan Bahasa Indonesia yang akan diperiksa setelah bel masuk jam kedua nanti.
Eh, ada Rico tuh..! kata Nadia.
Aku melihatnya sedang serius belajar. Ah, biarin aja! “Dia lagi serius belajar tuh, kasian dianya, lagi banyak tugas kali” Seruku pada nadia.
Cie,. ada yang perhatian ni” Ledek Nadia!
Yee,. sapa juga?? liat aja tuh, buku-buku perpus sampe numpuk di mejanya. apa coba kalo bukan lagi sibuk buat tugas? Tau sendiri kan, tuh anak emang rajin belajarnya. namnaya juga orang pintar. Tak heran ia selalu menjadi juara kelas. Kataku, terus saja memuji dirinya di depan nadia.
Iya deh, nyerah gue samu lu. pujaan hati gitu lho...!! nadia masih saja meledekku, “Terus, mau sampai kapan si Ra, lu pendam tu perasaan, Hah? udah lu omong aja ke dia. Toh kalian udah kenal lama kan? sahabatan dari kecil juga. Sapa tau aja dia punya perasaan yang sama kepadamu. Seru nadia”
Udah ah, jangan banyak nyerocos lu. Ni tugas ntar gak selesai-selesai dodol. Ayuuk, ngerjain tugas lagi, keburu bel masuk ni. Protesku pada si nanad.
Iya dehhh....! sahut nadia sambil melanjutkan pekerjaannya.
10 menit lagi bel masuk akan berbunyi,
Huff..! cape juga ni ngerjain tugasnya. Mataku melirik ke meja sebelah kanan, menatap Rico yang kelihatannya udah selesai juga dengan tugasnya.
Dia berjalan menuju arahku! OMG, apa yang harus kulakukan?? hatiku berdebar tak karuan. tanganku gemetarr! Segera ku sambar Handponeku, dan pura-pura mengetik sms.
Rara? sapanya padaku. Lagi ngerjain tugas apa? tanyanya..
Ah,.eh,.!! ini aku lagi buat tugas biologi sama bahasa indonesia. Ucapku terbata-bata kepadanya.
Ohh,. udah selesai? katanya lagi.
Udah, jawabku sambil membereskan buku dan perlengkapan alat tulis menulis lainnya.
Aku balik duluan ke kelas ya,. Katanya sembari berlalu.
Okee..!! jawabku
Deg,
hatiku berdebar! Seyumku mnegembang tanpa henti sampai saatku berjalan ke kelas. Saat belajarpun, aku tak bisa konsen, Hanya namanya yang selalu terbawa hingga masuk ke dalam DNAku, mengalir melalui peredaran darah menuju ke otak. Arggg! ingin rasanya aku mencuci otak ini, menghapus sejenak namanya, hingga aku bisa konsem dalam belajar.
***************
Rintik hujan mulai turun, hingga gerimis membanjiri bumi di siang hari saat bel pulang sekolah berbunyi. Duh, aku lupa bawa payung, kemikmu dalam hati. Jahh, terpaksa harus neduh dulu nih di sekolah sampai hujan reda. Si nanad udah balik duluan lagi, sepayung berdua bareng adra pacarnya.
Huh, enaknya mereka berdua, bisa bermera-mesraan saat pulang di waktu gerimis begini. Gumamku sedikit kesal karena ditinggalkan sendirian aja.
Aku menunggu hujan berenti dengan sangat bosan. Ya iyalah, gak ada temannya gini malas banget! mulutku terus manyun,sambil menengadahkan tangan bermain air hujan. Emank aku suka hujan, tapi aku benci kalau harus terkurung di sekolah begini. mana sendirian, lapaarrr!!
Ra, belom balik? tanya seseorang.
Ku anggukkan kepalaku menatapnya? Ahkk!! Rico? belum ni, lagi nunggu hujan reda. Kataku. Aku lupa bawa payung soalnya..
Oh gitu? pulang bareng yukk,. aku bawa payung nih. kita kan rumahnya searah. Ajak rico sambil senyumJ
Oke deh! seruku tanpa pikir panjang. Aniway, thankz ya, udah ngasih tumpangan. kataku
Iyaa,.! ucap rico.
Aku jadi ingat saat kita SD ni Ra. Kita kan selalu pulang bareng, berpegangan tangan, sambil bernyanyi sepanjang jalan pulang kerumah. Kamu ingat gak? tanya Rico padaku.
Ah,i..iya. aku masih ingat ko.kataku pada rico.
(waktu itu emank kami selalu pergi dan pulang sekolah bersama sampai saat kelas 6SD teman-teman sering meledek kami pacaran, dan mulai dari situ kami menjaga jarak, hingga sekarang. Waktu SMP ada kejadian,seorang cewe yang menembak rico. tapi rico malah menolaknya. Ia bilang kalau ia udah punya pacar, dan pacarnya itu Aku. Beberapa waktu berlalu, hingga sekarang kami duduk di bangku kelas 3 SMA, dia pun sampai sekarang belum punya pacar. Entah ia emank sibuk dengan belajar hingga tak punya waktu untuk pacaran? atau ada seseorangkah yang ia sukai selama ini? apakah itu aku? Akh,. seandainya saja kau memilihku sebagai pacarmu? aku akan selalu menyayangimu rico). Gumamku dalam hati.
Ra”, tangan rico menggenggam lenganku. membuat langkah kaki kita tehenti. Aku ingin ngomong sesuatu padamu. Ungkapnya.
Akuu...
Aku,.ingin kita kayak dulu lagi. kata rico pelan.
Kayak dulu lagi, maksudnya? kataku heran.
Ya seperti saat kita masih SD dulu. Pergi dan pulang sekolah bersama-sama. berpegangan tangan sambil bernyanti hingga sampai ke rumah. Kamu mau ga?
Degg,.
jantungku berdetak dengan kencangnya
Ric, maksudmu apa? emank kamu gak malu ntar diledekin teman-teman sekolah kalo kita kepergok jalan bareng tanpa ada status hubungan kayak gini??? bicaraku padanya.
Justru itu, akan ku perjelas. Ucap Rico.
maksundya?? tanyaku bingung.
Ra,” rico memanggil namaku pelan, menatap wajahku dan menggenggam erat tanganku. Aku sayang kamu! Udah lama aku pendam perasaanku padamu ra,.Ucap Rico.
hmphh!! aku menarik nafas dalam-dalam. “Aku juga sayang kamu rico. ucapku membalas ucapannya.
Rico tersenyum lebar, mendengar jawabanku. Ia lalu mendekatkan wajahnya padaku, menggenggam lebih erat tanganku, dan dibawah rintihan hujan, ia mencium pipiku.
DEG!
Jantungku makin kencang aja memompa. Namun perasaanku kini lega, karena tak ada lagi yang kusimpan. Kini Rico sudah menjadi milikku. Dibawah tetsan hujan ini, kami sepakat untuk pacaran.
Pulang yuk. Ajak rico. Aku hanya membalasnya dengan senyuman manis. Sambil bergandengan tangan dan bernyanyi, kami menerobos hujan. dan pulang kerumah.
END
(Cttn : Cerita ini hanya fiksi belaka. Hanya ingin mengeluarkan unge-uneg dikepala, sembari melelahkan mata agar cepat terpejam di malam hari ini. Hmm, cerita ini tak terasa sudah meminjam otakku selama 3 jam, dan akhirnya bisa sampai selesai. Semoga yang mampir ke blogku bisa membaca verita ini dengan rasa tidak bosan. Maaf, saya masih amaatiran. Hehehe...) Rara Azzahra

4 komentar:
uneg2 yang bagus...tapi inspirasinya siapa yak?
gak tau...
inspirasinya datang tiba2 aja melintasi kepala.
haha
emm...kayaknya aku pernah denger nama rico :P
hahaha...!! fiksi aj itu lamuu...! nama Rico itu kt ambil dari slh satu reportet SCTV Rico Anggara
Posting Komentar